Wednesday, April 27, 2005

Manusia Yang Produktif

Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal shaleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan menetapi kebenaran. (QS al-?Ahsr [103]:1-3)

Adalah kewajiban bagi kita untuk mengingat dan merenungkan nikmat yang diberikan Allah SWT. Diantara nikmat tersebut adalah waktu. Surat al-Ashr merupakan kalam Allah yang berisi pelajaran yang sangat penting untuk manusia, pelajaran bagaimana menjadi manusia produktif atau kebalikannya menjadi manusia yang gagal. Wal-ashr,? Demi waktu?, Innal Insna lafi khusrin,? Sesungguhnya setiap manusia itu tambah hari tambah merugi, tambah tua tambah merugi, kecuali orang-orang yang produktif, yang menjadikan bertambahnya umur maka bertambah meningkat mutu keimanannya, semakin meningkat kualitas ibadahnya, setiap waktu semakin meningkat kemampuan dirinya, sehingga kehadirannya di dunia ini menjadi jalan nasehat bagi orang lain, tutur kata dan perilakunya selalu mencerminkan pribadi seorang muslim yang selalu dihiasai dengan kebenaranan kesabaran.

Sejatinya, menurut keterangan al-Qur'an, untuk menjadi manusia yang produktif kita harus mengisi waktu itu hanya dengan empat perkara:
pertama, meningkatkan mutu keyakinan kita kepada Alloh Swt. Iman merupakan rujukan dasar kita dalam melakukan aktivitas, sehingga semakin tinggi tingkat keyakinan kita kepada Allah Swt. maka kita akan semakin teliti terhadap aktivitas yang akan kitya lakukan.
 
Kedua, jangan menunda amal. Sebagai seorang muslim, kita seharusnya selalu merenung kenapa Allah Swt. menciptakan kehidupan dan kematian? Jawabannya tidak lain agar kita dapat mengisi kehidupan ini dengan amaliah yang terbaik (QS.al-Mulk [67]:2), sehingga ketika kita menghadap Allah Swt. memiliki bekal.

Ketiga, gemar menasehati dan siap untuk dinasehati. Seorang muslim yang baik adalah yang selalu memperhatikan dirinya dari segala yang dapat merusak amal ibadahnya. Untuk mencapai target ini, muslim tersebut harus selalu bertanya kepada orang lain tentang dirinya dan siap menerima keburukan yang dipaparkan.

Keempat, gemar melakukan kebenaran dan siap menerima kebenaran. Manusia yang produktif tidak akan melakukan hal-hal yang mengandung dosa, menzaliAmi orang lain, dan akhirnya membawa kepada amaliyah yang tidak memiliki kebenaran (legalitas) dari syara?.

Walhasil, manusia produktif adalah manusia yang selalu melaksanakan pesan saidina Ali ra?
"Seseungguhnya umurmu adalah waktu dimana engkau menggunakannya".

Monday, April 18, 2005

KATA SEORANG ULAMA

Semua orang yang beramal tanpa ilmu
     amalnya ditolak dan tidak diterima.
Hanya Alloh yang aku harapkan - dengan keikhlasanku -
     untuk membalas amalku
           supaya amalku dapat menyelamatkanku